Monday, 16 July 2018

STANDAR PELAYANAN PENYEDIAAN FASILITAS PEMOTONGAN SAPI

 

NO

KOMPONEN

URAIAN

1.

Dasar Hukum:

 

 

  • Undang-undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan;
  • Keputusan Menteri Pertanian No : 413/Kpts/TN.310/7/1992 tentang Pemotongan Hewan Potong dan Penanganan Daging serta Hasil Ikutannya;
  • Peraturan Daerah Kota Probolinggo No 4 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha.

 

2.

Persyaratan Pelayanan

Persyaratan Administratif:
  • Bukti transaksi pembelian ternak/ Keterangan Kepemilikan;
  • KTP pemilik;
  • Surat Keterangan Sehat Reproduksi (SKSR) bagi Sapi Betina;
  • Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH)*;
  • Surat Keterangan Hasil Uji Laboratorium (SKHUL)*;
  • Surat dari balai karantina hewan*;

(* ternak yang berasal dari luar provinsi) 

Persyaratan Teknis

  • Ternak sapi harus sehat/tidak menunjukkan tanda-tanda sakit berdasarkan hasil pemeriksaan ante-mortem (ante-mortem inspection);
  • Jika ternak sapi dalam kondisi sakit, diperiksa lebih teliti lagi apakah penyakit yang diderita menyebabkan ternak boleh disembelih dengan syarat, ditunda pemotongannya, atau  ditolak disembelih dan harus dimusnahkan.
  • Bukan ternak sapi betina produktif dibuktikan dengan Surat Keterangan Sehat Reproduksi (SKSR);
  • Ternak sapi tidak dalam kondisi bunting;
  • Ternak sapi betina diperbolehkan dipotong, jika :
  1. berumur lebih dari 8 (delapan) tahun;
  2. tidak produktif (majir);
  3. mengalami kecelakaan yang berat;
  4. menderita penyakit yang mengancam jiwanya;
  5. menderita cacat tubuh yang bersifat genetis yang dapat menurun pada keturunannya sehingga tidak baik untuk ternak bibit;
  6. udah beranak lebih dari 5 (lima) kali;
  7. menderita penyakit menular yang menurut dokter hewan pemerintah harus dipotong bersyarat di bawah pengawasan ahli guna memberantas dan mencegah penyebaran penyakitnya;
  • Pemeriksaan karkas, daging, dan jerohan setelah penyembelihan (post-mortem inspection).

 

3.
Prosedur

Mekanisme Pengajuan Pelayanan

  • Pemilik ternak/ jagal membawa ternak sapi yang dilengkapi bukti transaksi pembelian ternak yang sah dan Surat Keterangan Status Reproduksi (SKSR) untuk sapi betina ke UPT. RPH.
  • Ternak yang berasal dari luar provinsi Jawa Timur harus menyertakan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), Surat Keterangan Hasil Uji Laboratorium (SKHUL), dan Surat dari Balai Karantina Hewan.
  • Apabila hewan tidak memiliki bukti transaksi pembelian yang sah, UPT. RPH membuatkan surat keterangan kepemilikan ternak dengan meminta pemilik hewan menujukkan KTP.
  • Apabila ternak sapi harus dilakukan pemotongan darurat karena dalam kondisi sakit, mendapat kecelakaan, dan membahayakan keselamatan manusia/barang sehingga tidak memungkinkan dipotong di RPH maka pemilik ternak/jagal wajib melapor ke UPT. RPH dan berkoordinasi teknis dengan bidang keswan dan kesmavet sehingga petugas bisa memeriksa jenis penyakitnya, memantau proses penyembelihan dan melakukan pemeriksaan karkas, daging, dan jerohan yang dihasilkan.
  • Untuk ternak sapi yang boleh dipotong, petugas akan memberi tanda Slaughter (S).

Prosedur Pelayanan

Untuk sapi yang dipotong di RPH berasal dari 2 jalur tahapan yaitu :

Menggunakan kandang penampungan, Prosedurnya yaitu :
  • Ternak sapi yang akan dipotong dibawa ke RPH dengan dilengkapi bukti transaksi pembelian ternak yang sah dan Surat Keterangan Status Reproduksi (SKSR) untuk sapi betina. Ternak sapi ditolak masuk RPH dengan alasan : tidak ada bukti transaksi pembelian ternak, ciri-ciri sapi tidak sesuai dengan bukti transaksi pembelian, serta termasuk betina produktif/bunting
  • Apabila hewan tidak memiliki bukti transaksi pembelian yang sah, petugas RPH akan membuatkan Surat Keterangan Kepemilikan dengan menyertakan KTP pemilik.
  • Ternak diturunkan menggunakan alat Automatic and Mobile Unloading Ramp, dilakukan penimbangan berat badan dan pemeriksaan ante mortem oleh dokter hewan atau paramedik dan pemeriksaan PKB & ATR oleh petugas ahli di bawah pengawasan dokter hewan yang berwenang, meliputi pemeriksaan :

üPerkiraan umur

üPengukuran suhu tubuh

üPengamatan fisik yaitu :

-    Cara Berdiri             - Kondisi Anus dan Pangkal

-    Cara Berjalan             Ekor

-    Status Gizi               - Selaput Lendir

-    Sistem Pernapasan  - Kondisi Kulit and Bulu

-    Kondisi Mata            - Kondisi Alat Kelamin

-    Kondisi Telinga        - Kondisi Kelenjar Ambing

-    Kondisi Hidung        - Kondisi Limfoglandula (Lgl)

-    Kondisi Mulut           - PKB dan ATR khusus betina

dengan keputusan :

üTernak sapi sehat dan bisa disembelih tanpa syarat;

üTernak sapi ditunda disembelih;

üTernak sapi disembelih dengan syarat;

üTernak sapi tidak boleh disembelih dan harus dimusnahkan karena menderita penyakit menular dan zoonosis.

üUntuk sapi yang ditunda disembelih atau disembelih dengan syarat harus ditempatkan di kandang isolasi untuk pengamatan lanjutan (maksimal 7x24 jam), jika sudah sehat maka ternak sapi boleh disembelih

  • Pemusnahan sapi ditolak dan dimusnahkan diketahui dan disetujui oleh bidang Keswan dan Kesmavet
  • Sapi sehat diturunkan dari alat Automatic and Mobile Unloading Ramp dan ditempatkan di kandang penampungan (maksimal 3x24 jam, minimal 6-12 jam), dibersihkan badannya dengan air (disemprot air), dan diberi Tanda “S” (tanda ternak sapi boleh disembelih)
  • Sapiyang akan dipotong digiring masuk ke ruang pemotongan dengan perlakuan yang tidak kasar, wajar, tidak membuat ternak stres dan ketakutan
  • Sapidiperlakukan (direbahkan) sesuai syarat kesrawan dan diikat kakinya
  • Sapi disembelih sesuai syariat Islam yaitu memotong bagian ventral leher dengan menggunakan pisau yang tajam sekali tekan tanpa diangkat sehingga memutus saluran makan, nafas, dan pembuluh darah sekaligus. Sapi dibiarkan mati secara alami dan pengeluaran darah sempurna (± 10 menit)
  • Proses pemotongan terdiri dari : pengulitan, pemisahan kepala dan badan, pengeluaran dan pencucian jerohan hijau dan jerohan merah, serta pemisahan daging dari tulang.
  • Pemeriksaan post mortem pada karkas, daging, jerohan merah (hati, jantung, paru-paru, tenggorokan, limpa, ginjal, dan lidah) dan jerohan hijau (lambung, usus, dan esophagus) oleh keurmaster atau dokter hewan berwenang. Apabila ada kelainan/penyimpangan yang bersifat lokal maka kelainan tersebut harus dimusnahkan/dibuang.
Secara singkat, pemeriksaan post mortem meliputi :
  • Pemeriksaan organoleptik : bau, warna, dan konsistensi
  • Pemeriksaan kepala dan lidah
  • Pemeriksaan organ rongga dada (trachea, paru-paru,dan jantung)
  • Pemeriksaan organ rongga perut (usus, lambung, esophagus, hati, dan limpa)
  • Pemeriksaan ambing
  • Pemeriksaan karkas
  • Pemeriksaan kelenjar limfoglandula pada karkas
  • Pemberian stempel “BAIK” pada karkas, daging, dan jerohan yang sehat/lulus pemeriksaan
  • Produk pangan asal hewan yang memenuhi kriteria ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) siap dipasarkan dan dikonsumsi masyarakat dengan bukti Surat Keterangan Kesehatan Bahan Asal Hewan

 

Tanpa menggunakan kandang penampungan
Jalur ini digunakan untuk jagal/pemilik sapi yang memiliki kandang penampungan di rumahnya. Sehingga secara alur proses sama hanya tanpa menggunakan kandang penampungan di RPH (poin 3.3.1.e tidak dilakukan). 

4.

Waktu Pelayanan

·   Kantor  :

   Senin – Kamis ( 07.30 – 16.00 WIB )

   Jumat ( 07.30 – 12.00 WIB )

 

·   Pelayanan Pemotongan :

   Senin – Minggu (  23.00 – 05.00 WIB ) & (Sewaktu-waktu Sesuai Permintaan Pengguna Jasa Layanan Pemotongan)

5.

Biaya/Tarif

Besaran tarif retribusi untuk penyediaan fasilitas pemotongan sapi berdasarkan Peraturan Daerah Kota Probolinggo Nomor 4 Tahun 2011 tentang Retribusi dan Jasa Usaha adalah sebesar Rp 21.000,-/ekor

 

6.

Produk

Produk pada pelayanan penyediaan fasilitas pemotongan sapi adalah tersedianya daging, karkas, dan jerohan sapi yang memenuhi kriteria ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).

 

7.

Pengelolaan pengaduan

  • Pengaduan lisan :

ü  via telepon ke UPT. RPH Kota Probolinggo di nomor (0335) 420345 atau ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Probolinggo di nomor (0335) 433191

ü  via telepon  ke Suara Kota Probolinggo acara ”Laporo Rek” di nomor telepon (0335) 427772

  • Pengaduan tertulis :

üKotak pengaduan di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan UPT. Rumah Potong Hewan

üWebsite Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Probolinggo http://disperta.probolinggokota.go.id/

üemail UPT Rumah Potong Hewan Kota Probolinggo This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.">This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

8.

Jumlah pelaksana

8 (delapan) orang

 

9.

Jaminan pelayanan

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan Kepala UPT. Rumah Potong Hewan menjamin pelayanan penyediaan fasilitas pemotongan sapi sesuai dengan Standar Pelayanan dan produk pangan asal hewan yang dihasilkan sudah memenuhi kriteria ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal), tepat waktu, memenuhi syarat kesmavet dan kesrawan, serta mampu menjamin ketenteraman batin masyarakat dalam mengkonsumsi produk pangan asal hewan yang dihasilkan. Adapun jaminan pelayanan di RPH diperkuat dengan terbitnya :

1.  SertifikatHALAL dari MUI Jawa Timur Nomor 07020031840116 Tanggal 11 Januari 2016;

2.  Sertifikat NKV (Nomor Kontrol Veteriner) oleh Tim NKV Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Nomor 503/ 4347/ 122.4/ 2017 Tanggal 13 Juni 2017

 

10.

Sarana, prasarana, dan/atau fasilitas

I.       Sarana Bangunan Kantor

 

No

Keterangan

Jumlah

1

Gedung Kantor

1 unit

2

Toilet

3 unit

3

Ruang Ganti

1 unit

4

Musholla

1 unit

5

Dapur

1 unit

6

Tempat Parkir

1 unit

 

II.     Sarana Bangunan Pelayanan Pemotongan

 

No

Keterangan

Jumlah

1

Ruang Pemotongan Sapi, Kambing/ Domba

1 unit

2

Ruang Pelayuan

1 unit

3

Tempat Pemeriksaan ante mortem (RPH Sapi & Kambing/ Domba)

1 unit

4

Tempat Pencucian Jeroan (RPH Sapi & Kambing/ Domba)

1 unit

5

Kandang Penampungan ( RPH Sapi & Kambing/ Domba)

1 unit

6

Kandang Isolasi

1 unit

7

IPAL

1 unit

 

III.    Prasarana Kantor

 

No

Keterangan

Jumlah

1

Kursi Tunggu

2 unit

2

Seperangkat Komputer

1 set

3

Printer

3 unit

4

Laptop

2 unit

5

Pendingin Ruangan (AC)

2 unit

6

Meja dan Kursi Kantor

6 set

7

Etalase

1 unit

8

Lemari kaca

1 unit

9

Kursi Sofa dan Meja Tamu

1 set

10

Telepon

1 unit

11

Rak Sepatu

2 unit

12

Locker Baju

1 unit

13

Wastafel

2 unit

 

IV.   Prasarana Penunjang Pemotongan

No

Keterangan

Jumlah

1

Cool Bag Kecil

2 buah

2

Cool Bag Besar

2 buah

3

Sprayer Gun

2 buah

4

Tas Obat

2 buah

5

Ice Pack

10 buah

6

Freezer

1 unit

 

V.     Prasarana Pemotongan Sapi

 

No

Keterangan

Jumlah

1

Automatic and Mobile Unloading Ramp

1 unit

2

Jas Laboratorium

4 buah

3

Glove (sarung tangan)

1 set

4

Pisau dan Alat Asah

1 set

5

Meja Periksa

1 unit

6

Lampu Penerangan

7 pasang

7

Alat Penggantung Karkas/ daging

6 unit

8

Timbangan Daging

2 unit

9

Stempel, Tinta dan Bak Stempel

1 set

10

Gerobak Jeroan Merah

2 buah

11

Gerobak Jeroan Hijau

3 buah

12

Keranjang Daging

10 buah

13

Scradel

2 buah

14

Meja Pemisah Daging dan Tulang

1 unit

15

Tempat Cuci Jeroan

1 unit

16

Wearpack

10 pasang

17

Terpal

10 buah

18

Mikroskop

1 unit

19

Sepatu Boot

6 pasang

20

Alat Pelindung Diri (APD)

10 pasang

21

Apron

10 buah

22

Kendaraan Operasional Roda 3

1 unit

23

Kendaraan Operasional Roda 3 (box berpendingin)

2 unit

                   .

11.

Kompetensi pelaksana

1.  Kepala UPT RPH

-   Mampu melakukan analisa terhadap permasalahan dan memberikan solusi yang sesuai

-   Mampu berpikir analitis dan praktis

-   Mampu bertanggung jawab terhadap segala operasional baik teknis dan non teknis

2.  Kepala Subbagian Tata Usaha

-   Memahami sistem, prosedur dan tata kerja ketatausahaan

-   Mampu mengoperasikan komputer

-   Mampu melakukan analisa terhadap permasalahan dan memberikan solusi yang sesuai

-   Mampu berpikir analitis dan praktis

3.  Petugas Pemeriksa Ante Mortem (Dokter Hewan/ Medik Veteriner/ Paramedik)

-   Memahami anatomi, reproduksi, dan kesehatan hewan

-   Mampu memeriksa dan mengobati penyakit hewan

-   Mampu melakukan analisa terhadap permasalahan dan memberikan solusi yang sesuai

-   Mampu berpikir analitis dan praktis

4.  Petugas PKB dan ATR

-   Memahami anatomi dan reproduksi hewan

-   Mampu melakukan analisa terhadap permasalahan dan memberikan solusi yang sesuai

-   Mampu berpikir analitis dan praktis

5.  Keurmaster (Petugas Periksa Daging/ Post Mortem)

-   Mengetahui dan memahami tentang jenis-jenis penyakit pada daging dan jerohan

-   Cekatan dan terampil dalam prosedur pemeriksaan karkas, daging, dan jerohan

6.  Juru Sembelih Halal

-Memahami proses penyembelihan hewan ternak sesuai kaidah kesrawan dan syariah agama Islam

-Cekatan dan terampil dalam proses penyembelihan

7.  Petugas Kebersihan

-Memahami cara pembersihan ruang pemotongan dan semua peralatan pemotongan

-Cekatan, tanggap dan terampil dalam kebersihan

8.  Petugas Retribusi

-Memahami cara menarik retribusi dan nominal sesuai peraturan yang ada

-Cekatan, tanggap dan terampil dalam menghitung

9.      Petugas Administrasi

-Memahami dan menguasai dalam administrasi

-Mampu mengoperasikan computer dan program Microsoft Office

-Cekatan, tanggap dan terampil dalam pengadministrasian

-Mampu berpikir analitis dan praktis

 

12.

Pengawasan internal

1.    Supervisi atasan langsung;

2.    Pengendalian internal dalam hal proses dan produk yang dihasilkan di unit pelayanan melalui Sistem Pengendalian Intern (SPI) dilakukan oleh bidang Keswan dan Kesmavet berdasarkan SK Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Probolinggo dan  Surat Perintah Tugas dari Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Adapun Bidang Keswan dan Kesmavet Melakukan Pengawasan Pengendalian Internal UPT Rumah Potong Hewan yang meliputi :

1.  Pengendalian dan Pengawasan Standar Teknis Rumah Potong Hewan

2.  Pengendalian dan Pengawasan Hewan Betina Produktif

3.  Pengawasan dan Pencegahan Pemotongan Hewan yang menderita penyakit menular (Zoonosis)

4.  Pengawasan Penerapan Kesejahteraan Hewan

5.    Pengawasan Kualitas Daging yang akan diedarkan

 

13.

Jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan Kepala UPT.Rumah Potong Hewan (RPH) menjamin keamanan dan keselamatan petugas, pemohon dan ternak yang menerima pelayanan dengan memberikan fasilitas pelayanan gratis untuk penurunan sapi dari alat angkutnya dengan menggunakan Automatic and Mobile Unloading Ramp sehingga sapi akan terhindar dari cedera dan stres.

 

14.

Evaluasi kinerja pelaksana

Evaluasi penerapan standar pelayanan ini dilakukan minimal 1 kali dalam satu tahun. Selanjutnya dilakukan tindakan perbaikan untuk menjaga dan meningkatkan kinerja pelayanan.