Friday, 21 September 2018

STANDART PELAYANAN PEMOTONGAN KAMBING/DOMBA

 

DASAR HUKUM

  • Keputusan Menteri Pertanian No : 413/Kpts/TN.310/7/1992 tentang Pemotongan Hewan Potong dan Penanganan Daging serta Hasil Ikutannya
  • Peraturan Daerah Kota Probolinggo No 4 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha

JAM PELAYANAN

 

Kantor  :

Senin – Kamis ( 07.30 – 16.00 )
Jumat ( 07.30 – 12.00 )

Pelayanan Pemotongan :

Senin – Minggu (  23.00 – 05.00 ) & (Sewaktu-waktu Sesuai Permintaan Pengguna Jasa Layanan Pemotongan)

PERSYARATAN

1. Persyaratan Administratif

  • KTP pemilik
  • Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH)
  • Surat Keterangan Uji Laboratorium (SKHUL)
  • Surat dari balai karantina hewan (ternak yang berasal dari luar provinsi)

2. Persyaratan Teknis

  • Ternak kambing/domba harus sehat/tidak menunjukkan tanda-tanda sakit berdasarkan hasil pemeriksaan ante-mortem (ante-mortem inspection)
  • Jika ternak kambing/domba dalam kondisi sakit, diperiksa lebih teliti lagi apakah penyakit yang diderita menyebabkan ternak boleh disembelih dengan syarat, ditunda pemotongannya, atau  ditolak disembelih dan harus dimusnahkan.
  • Ternak kambing/domba tidak dalam kondisi bunting
  • Pemeriksaan karkas, daging, dan jerohan setelah penyembelihan (post-mortem inspection).

 

DEFINISI

Penyediaan fasilitas pemotongan kambing/domba adalah pelayanan penyediaan fasilitas pemotongan kambing/domba di UPT. Rumah Potong Hewan Kota Probolinggo yang meliputi antara lain fasilitas ruang pemotongan dan ruang pelayuan daging termasuk pelayanan pemeriksaan sebelum dipotong (pemeriksaan ante-mortem) dan setelah dipotong (pemeriksaan post-mortem).

SISTEM, MEKANISME, DAN PROSEDUR

Mekanisme Pengajuan Pelayanan  

  • Pemilik ternak/jagal membawa ternak kambing/domba yang dilengkapi KTP pemilik ke UPT. RPH.
  • Ternak yang berasal dari luar provinsi Jawa Timur harus menyertakan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), Surat Keterangan Hasil Uji Laboratorium (SKHUL), dan Surat dari Balai Karantina Hewan.
  • Apabila ternak kambing/domba harus dilakukan pemotongan darurat karena dalam kondisi sakit, mendapat kecelakaan, dan membahayakan keselamatan manusia/barang sehingga tidak memungkinkan dipotong di RPH maka pemilik ternak/jagal wajib melapor ke UPT. RPH dan berkoordinasi teknis dengan bidang peternakan sehingga petugas bisa memeriksa jenis penyakitnya, memantau proses penyembelihan dan melakukan pemeriksaan karkas, daging, dan jerohan yang dihasilkan.

Prosedur Pelayanan

Ternak kambing/domba yang akan dipotong dibawa ke RPH dengan dilengkapi KTP pemilik. Ternak kambing/domba ditolak masuk RPH dengan alasan : dokumen tidak lengkap atau dalam kondisi bunting

Pemeriksaan ante mortem, meliputi pemeriksaan :

  • Perkiraan umur
  • Penimbangan berat badan
  • Pengukuran suhu tubuh

Pengamatan fisik yaitu :

Cara Berdiri                                -                                                        Kondisi Mulut

Cara Berjalan                              -                                                        Kondisi Anus dan Pangkal Ekor

Status Gizi                                  -                                                        Selaput Lendir

Sistem Pernapasan                   -                                                        Kondisi Kulit dan Bulu

Kondisi Mata                              -                                                        Kondisi Alat Kelamin

Kondisi Telinga                          -                                                        Kondisi Kelenjar Ambing

Kondisi Hidung                          -                                                        Kondisi Kelenjar Limfoglandula (Lgl)

dengan keputusan :

  • Ternak kambing/domba sehat dan bisa disembelih tanpa syarat
  • Ternak kambing/domba ditunda disembelih
  • Ternak kambing/domba disembelih dengan syarat
  • Ternak kambing/domba tidak boleh disembelih dan harus dimusnahkan karena menderita penyakit menular dan zoonosis
  • Untuk kambing/domba yang ditunda disembelih atau disembelih dengan syarat harus ditempatkan di kandang isolasi untuk pengamatan lanjutan (maksimal 7x24 jam), jika sudah sehat maka ternak kambing/domba boleh disembelih
  • Kambing/domba yang akan dipotong dibersihkan terlebih dahulu dengan disemprot air, selanjutnya digiring masuk ke ruang pemotongan dengan perlakuan yang tidak kasar, wajar, tidak membuat ternak stres dan ketakutan
  • Kambing/domba diperlakukan (direbahkan) sesuai syarat kesrawan dan diikat kakinya
  • Kambing/domba disembelih sesuai syariat Islam yaitu memotong bagian ventral leher dengan menggunakan pisau yang tajam sekali tekan tanpa diangkat sehingga memutus saluran makan, nafas, dan pembuluh darah sekaligus. Kambing/domba dibiarkan mati secara alami dan pengeluaran darah sempurna (± 10 menit)
  • Proses pemotongan terdiri dari : pengulitan, pemisahan kepala dan badan, pengeluaran dan pencucian jerohan hijau dan jerohan merah, serta pemisahan daging dari tulang.
  • Pemeriksaan post mortem pada karkas, daging, jerohan merah (hati, jantung, paru-paru, tenggorokan, limpa, ginjal, dan lidah) dan jerohan hijau (lambung, usus, dan esophagus) oleh keurmaster atau dokter hewan berwenang. Apabila ada kelainan/penyimpangan yang bersifat lokal maka kelainan tersebut harus dimusnahkan/dibuang.

Secara singkat, pemeriksaan post mortem meliputi :

  • Pemeriksaan organoleptik : bau, warna, dan konsistensi
  • Pemeriksaan kepala dan lidah
  • Pemeriksaan organ rongga dada (trachea, paru-paru,dan jantung)
  • Pemeriksaan organ rongga perut (usus, lambung, esophagus, hati, dan limpa)
  • Pemeriksaan ambing
  • Pemeriksaan karkas
  • Pemeriksaan kelenjar limfoglandula pada karkas
  • Pemberian stempel daging pada karkas, daging, dan jerohan yang sehat/lulus pemeriksaan
  • Produk pangan asal hewan yang memenuhi kriteria ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) siap dipasarkan dan dikonsumsi masyarakat

JANGKA WAKTU PENYELESAIAN

Proses pemotongan ternak kambing/domba yang meliputi kegiatan pemeriksaan ante mortem, penyembelihan, penyelesaian penyembelihan, dan pemeriksaan post mortem membutuhkan waktu ± 30-45 menit/ekor

BIAYA/TARIF

Besaran tarif retribusi untuk penyediaan fasilitas pemotongan kambing/domba adalah sebesar Rp 5.000,00/ekor

PRODUK PELAYANAN

Produk pada pelayanan penyediaan fasilitas pemotongan kambing/domba adalah tersedianya daging, karkas, dan jerohan kambing/domba yang memenuhi kriteria ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal)