Friday, 16 November 2018

 

 STANDART PELAYANAN PEMOTONGAN BABI

 

DASAR HUKUM

  • Keputusan Menteri Pertanian No : 413/Kpts/TN.310/7/1992 tentang Pemotongan Hewan Potong dan Penanganan Daging serta Hasil Ikutannya
  • Peraturan Daerah Kota Probolinggo No 4 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha

JAM PELAYANAN

Kantor  :

Senin – Kamis ( 07.30 – 16.00 )

Jumat ( 07.30 – 12.00 )

 

Pelayanan Pemotongan :

Senin – Minggu (  23.00 – 05.00 ) & (Sewaktu-waktu Sesuai Permintaan Pengguna Jasa Layanan Pemotongan)

PERSYARATAN

1.Persyaratan Administratif

KTP pemilik

Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH)*

Surat Keterangan Uji Laboratorium (SKHUL)*

Surat dari balai karantina hewan*

(* ternak yang berasal dari luar provinsi)

2. Persyaratan Teknis

Ternak babi harus sehat/tidak menunjukkan tanda-tanda sakit berdasarkan hasil pemeriksaan ante-mortem (ante-mortem inspection)

Jika ternak babi dalam kondisi sakit, diperiksa lebih teliti lagi apakah penyakit yang diderita menyebabkan ternak boleh disembelih dengan syarat, ditunda pemotongannya, atau  ditolak disembelih dan harus dimusnahkan.

Ternak babi tidak dalam kondisi bunting

Pemeriksaan karkas, daging, dan jerohan setelah penyembelihan (post-mortem inspection).

DEFINISI

Penyediaan fasilitas pemotongan babi adalah pelayanan penyediaan fasilitas pemotongan babi di UPT. Rumah Potong Hewan Kota Probolinggo yang meliputi antara lain fasilitas penyediaan kandang peristirahatan, ruang pemotongan, dan ruang pelayuan daging termasuk pelayanan pemeriksaan sebelum dipotong (pemeriksaan ante-mortem) dan setelah dipotong (pemeriksaan post-mortem).

SISTEM, MEKANISME, DAN PROSEDUR

Mekanisme Pengajuan Pelayanan  

  • Pemilik ternak/jagal membawa ternak babi yang dilengkapi KTP Pemilik ke UPT. RPH.
  • Ternak yang berasal dari luar provinsi Jawa Timur harus menyertakan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), Surat Keterangan Hasil Uji Laboratorium (SKHUL), dan Surat dari Balai Karantina Hewan.
  • Apabila ternak babi harus dilakukan pemotongan darurat karena dalam kondisi sakit, mendapat kecelakaan, dan membahayakan keselamatan manusia/barang sehingga tidak memungkinkan dipotong di RPH maka pemilik ternak/jagal wajib melapor ke UPT. RPH sehingga petugas bisa memeriksa jenis penyakitnya, memantau proses penyembelihan dan melakukan pemeriksaan karkas, daging, dan jerohan yang dihasilkan.

Prosedur Pelayanan

Ternak babi yang akan dipotong dibawa ke RPH dengan dilengkapi KTP pemilik. Ternak babi ditolak masuk RPH dengan alasan : tidak ada KTP pemilik atau dalam kondisi bunting

Pemeriksaan ante mortem, meliputi pemeriksaan :

Perkiraan umur dan berat badan

Pengukuran suhu tubuh

Pengamatan fisik yaitu :

  • Cara Berdiri                                -                                                    Kondisi Mulut
  • Cara Berjalan                              -                                                    Kondisi Anus dan Pangkal Ekor
  • Status Gizi                                  -                                                    Selaput Lendir
  • Sistem Pernapasan                   -                                                    Kondisi Kulit dan Bulu
  • Kondisi Mata                              -                                                    Kondisi Alat Kelamin
  • Kondisi Telinga                          -                                                    Kondisi Kelenjar Ambing
  • Kondisi Hidung                          -                                                    Kondisi Kelenjar Limfoglandula (Lgl)

 

dengan keputusan :

  • Ternak babi sehat dan bisa disembelih tanpa syarat;
  • Ternak babi ditunda disembelih;
  • Ternak babi disembelih dengan syarat;
  • Ternak babi tidak boleh disembelih dan harus dimusnahkan karena menderita penyakit menular dan zoonosis.
  • Untuk babi yang ditunda disembelih atau disembelih dengan syarat harus ditempatkan di kandang isolasi untuk pengamatan lanjutan (maksimal 7x24 jam), jika sudah sehat maka ternak babi boleh disembelih
  • Babi sehat ditempatkan di kandang penampungan (maksimal 3x24 jam, minimal 12 jam)
  • Babi yang akan dipotong digiring masuk ke ruang pemotongan dengan perlakuan yang tidak kasar, wajar, tidak membuat ternak stres dan ketakutan
  • Babi diperlakukan (direbahkan) sesuai syarat kesrawan dan diikat kakinya
  • Babi disembelih dengan cara menusuk jantungnya melalui intercostal I atau dengan memotong urat nadi leher menggunakan alat tusuk (pisau) yang tajam dan bersih.
  • Babi dibiarkan mati secara alami dan pengeluaran darah sempurna (± 10 menit)
  • Proses pemotongan terdiri dari : pemisahan kepala dan badan, penghilangan bulu dengan disiram air panas (dikerok), pemisahan daging dari tulang, pengeluaran dan pencucian jerohan hijau dan jerohan merah

Pemeriksaan karkas, daging, dan jerohan merah (pemeriksaan post mortem) oleh keurmaster atau dokter hewan berwenang. Apabila ada kelainan/penyimpangan yang bersifat lokal maka kelainan tersebut harus dimusnahkan/dibuang. Pemeriksaan ante mortem meliputi :

  • Pemeriksaan organoleptik : bau, warna, dan konsistensi
  • Pemeriksaan kepala dan lidah
  • Pemeriksaan organ rongga dada (trachea, paru-paru,dan jantung)
  • Pemeriksaan organ rongga perut (usus, lambung, esophagus, hati, dan limpa)
  • Pemeriksaan ambing
  • Pemeriksaan karkas
  • Pemeriksaan kelenjar limfoglandula pada karkas
  • Pemberian stempel daging pada karkas, daging, dan jerohan yang sehat/lulus pemeriksaan
  • Produk pangan asal hewan yang memenuhi kriteria Aman, Sehat, dan Utuh siap dipasarkan dan dikonsumsi masyarakat

JANGKA WAKTU PENYELESAIAN

Proses pemotongan ternak babi yang meliputi kegiatan pemeriksaan ante mortem, penyembelihan, penyelesaian penyembelihan, dan pemeriksaan post mortem membutuhkan waktu ± 45-60 menit/ekor

BIAYA/TARIF

Besaran tarif retribusi untuk penyediaan fasilitas pemotongan babi adalah sebesar Rp 21.000,00/ekor

PRODUK PELAYANAN

Produk pada pelayanan penyediaan fasilitas pemotongan babi adalah tersedianya daging, karkas, dan jerohan babi yang memenuhi kriteria Aman, Sehat, dan Utuh.