Monday, 16 July 2018

INOVASI PELAYANAN PUBLIK

(Automatic and Mobile Unloading Ramp)

Sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa RPH (Jagal) dan masyarakat serta mewujudkan produk daging yang ASUH dan memberikan ketentraman batin makaDinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Probolinggo yang dalam hal ini diwakilkan oleh UPT. RPH Kota Probolinggo berupaya merumuskan suatu inovasiyaitu tempat penurunan ternak yang diberi namaAutomatic and Mobile Unloading Ramp yang memberikan pelayanan yang CAAKEB (Cepat, Aman, Akurat, Kesrawan, Efisien dan Berkualitas). Konsep tersebut diaplikasikan dalam rangka pemenuhan kaidah Kesejahteraan Hewan (Kesrawan) sebelum hewan dilakukan pemotongan.

 

Sebelum inovasi ini dimulai di UPT RPH Kota Probolinggo, menurut laporan pemotongan sapi Tahun 2014 dan Trisemester I Tahun 2015 kasus sapi yang mengalami pincang, luka dan memar sebanyak 1.970 ekor yang terjadi saat menurunkan sapi dari alat pengangkut sehingga sapi mengalami stress saat Unloading dan ini mempengauhi kualitas daging yang dihasilkan.

Kondisi sebelum inovasiadalah :

1.     Hewan datang menggunakan alat transportasi truck atau pick-up dan turun tanpa bantuan alat apapun. Hewan langsung melompat dari alat pengangkutnya ke lantai yang menyebabkan sering terjadinya kecelakaan seperti tergelincir, memar sampai patah tulang yang menyebabkan daging yang dihasilkan kurang berkualitas. Kejadian sapi tergelincir yang menyebabkan pincang sampai patah kaki terjadi cukup tinggi sekitar 60% dari jumlah pemotongan. Hal ini menyebabkan kaidah Kesrawan dan daging yang ASUH seringkali tidak tercapai karena UPT RPH tidak mempunyai penurunan sapi (Unloading Ramp).

 

 

2.     Pemeriksaan hewan dilakukan dikandang karantina yang menyulitkan petugas pemeriksa dan membutuhkan waktu yang cukup lama karena tidak ada safety di kandang penampungan sehingga hewan mengalami stres yang dapat mempengaruhi menurunnya kualitas daging.

3.  Saat itu tidak pernah dilakukan penimbangan berat badan sapi yang menyebabkan pengguna jasa RPH seringkali mengalami kerugian karena tidak mengetahui berat hidup hewan yang akan dipotong. Berat hewan yang akan dipotong bisa menjadi tolak ukur karkas yang dapat dihasilkan.

      Permasalahan di lapangan, penurunan ternak (Unloading) membutuhkan tempat yang cukup besar sedangkan UPT RPH Kota Probolinggo mempunyai lahan yang sangat terbatas sehingga tidak dapat membangun Unloading area sebagaimana mestinya. Ketinggian tempat penurunan sapi harus disesuaikan dengan ketinggian kendaraan angkut hewan dan lantai tidak licin.UPT RPH bertekad akan memberikan pelayanan yang terbaik dan memuaskan bagi semua pengguna jasa pelayanan. Sehingga dirumuskanlah inovasi “Automatic and Mobile Unloading Ramp untuk menghasilkan pelayanan CAAKEByaitu layanan Cepat, Akurat, Aman, Kesrawan, Efisien dan Berkualitas.

MelaluiInovasi ini pelayanan kepada pelanggan dan masyarakat dapat ditingkatkan.

1.  Manfaat terhadap pemeriksaan Ante-Mortem yang lebih Cepat.

Pemeriksaan sebelum pemotongan (Ante Mortem) olehDokter Hewan dan petugas ATR/PKB dapat dilakukan lebih cepat. Terdapatnya kandang jepit pada Automatic and Mobile Unloading Ramp membuat sapi yang datang dengan diangkut truck atau pick-up bisa langsung dilakukan pemeriksaan ante-mortem tanpa harus dipindahkan ke kandang penampungan. Petugas RPH dapat dengan segera memeriksa sapi yang datang. Status reproduksi pada sapi betina yang akan disembelih juga menjadi lebih jelas karena petugas ATR bisa leluasa dengan tenang melakukan pemeriksaan sehingga pencegahan pemotongan betina produktif dapat optimal dilakukan. Selain itu, dokter hewan juga menjadi lebih mudah menentukan status kesehatan sapi sehingga hasil pemeriksaan akan diperoleh dengan cepat dan keberadaan sapi yang tidak layak akibat sakit dicegah untuk dilakukan pemotongan dan diambil langkah

2.     Manfaat terhadap petugas RPH dan sapi lebih Aman.

Terdapatnya kandang jepit pada Automatic and Mobile Unloading Rampakan membuat suasana sapi menjadi tenang dan aman sehingga ketika dilakukan pemeriksaan ante-mortem tidak memberikan respon penolakan dan agresif. Sapi yang tenang sangat berperan penting bagi petugas RPH dalam melakukan pemeriksaan ante-mortem secara menyeluruh sehingga petugas menjadi merasa tidak takut dan khawatir akan kecelakaan ataupun bahaya akibat respon sapi yang agresif.

3.    Manfaat terhadap nilai berat badan sapi yang lebih akurat.

Data ukuran berat badan sapi yang harus dilengkapi petugas lebih mendetail dan valid.Berat badan sapi dapat ditentukan dengan pasti sebab dilakukan penimbangan dengan timbangan digital bukan didasarkan hanya dari perkiraan fisik atau berat taksir.Berdasarkan data tersebut, total karkas sapi yang dapat dihasilkan dapat diperkirakan secara detail dan terukur yang berhubungan dengan untung ruginya pedagang daging sapi.

4.      Manfaat terhadap faktor kesejahteraan hewan (kesrawan) lebih optimal diterapkan sehingga sapi tidak stres.

Terjadinya penurunan angka sapi yang mengalami cidera dan stress saat proses penurunan dan pemeriksaan ante-mortem. Pemenuhan prinsip Kesrawan dengan Automatic and Mobile Unloading Ramp terhadap sapi yang akan disembelih menjadi lebih mudah dijalankan. Sapi menjadi lebih aman ketika dilakukan penurunan dari kendaraan sehingga terhindar dari luka, sempoyongan, pincang, tergelincir dan kecelakaan akibat hentakan atau lompatan kaki yang berlebihan saat turun. Sapi juga terhindar dari rasa tertekan yang berlebihan dengan penggunaan kandang jepit sehingga tidak menimbulkan luka fisik, ketakutan dan trauma saat proses handling dilakukan dan saat pemeriksaan ante-mortem oleh Petugas.

5.     Manfaat terhadap daging yang dihasilkan lebih berkualitas.

Kualitas daging ditentukan dari sapi yang sehat dan pemotongan yang sesuai prinsip Kesrawan. Sapi yang sehat tercermin dari tingkat stress yang rendah sehingga hasil daging menjadi berkualitas. Penggunaan Automatic and Mobile Unloading Ramp berorientasi memperkecil tingkat stress sapi, mencegah terjadinya kecelakaan dan menghindari luka fisik. Dapat dipastikan dengan metode tersebut sapi menjadi lebih aman, terhindar dari stress dan luka.Petugas di RPH dan para jagal juga dapat menerapkan prinsip Kesrawan dengan baik sehingga daging ASUH bisa dihasilkan secara optimal.